PUISI CINTA UNTUK ADIK
By: Karina A. P.
7 Oktober 2002

Hai adik kecilku…
ribuan nafas tlah kau dengungkan dari rahim ibu…
Apa yang kau rasa?
Hidup, lalu…
arungi lautan serasa damai?

Lembar biduk perahumu pun
tlah kau tuju ke sana
Pilihmukah?
menyesalkah?
Atau rasa bahagia?

Terkadang petir guncang perahumu
Apa yang kau lakukan?
Sekedar menangis?
Cengeng meronta cari ayah-ibu?
Lalu berlindung di ketiak ibu?
Nor…

Kadang angin siklon terpa jalanmu…
Apa usahamu?
Berdiri di baris terbelakang,
biarkan serdadumu mati hanya bela kamu?
Atau sekedar menunggu,
terombang ambing
lalu tunggu sekoci datang?

Lalu saat kau tak temukan pulau tuk mendarat
pupuskah harapan?
Atau tunggu si awak ahli matematikamu hitung astronomis perahu?
Dan biarkan si ahli geografis berbicara?

Kelak ketika kau sampai tujuan
daratan hijau,
tanah beralaskan emas kau dapat
Akankah kau kembali?
mengenang dongeng ayah ibu yang lama menunggu?
Bermain bola bekel bersama kakakmu?
Atau menengok pekuburan yang terlupa?

jujur,,
saat mbk Ririn menulis puisi ini
dan langsung memberikannya pada ndun,,
hati ndun berdegup kencang,,,

so sweet,,,
skaligus termotivasi,,,

memang dulu ndun seorang anak yang manja,,,
dan sejak tulisan ini dibikin,,,
ndun sadar,,,
ndun harus menjadi seorang yang mandiri dan kuat
wanita yang tegar dalam mengambil keputusan,,,
ya,,
seperti seorang wanita yang ditulis dalam blog ndun sebelumnya:aku wanita..

benar-benar puisi dari kasih sayang seorang kakak,,,
dan ndun kaget!
ternyata mbkku itu jago mengolah kata,,,

ya..
dia adalah kakakku,,,
^__^