18 agustus 2007 pukul 23.50 @ kamar kosan

Komputer masih menyala, begitupula lampu kamar masih terang benderang.
Suara radio terdengar di kamar kos, lagi menyalakan saluran radio Bandung yang kental dengan gaya Cihuy! nya

ndin ambil novel Cinta Islami, kubolak balik halaman nya, mencari halaman terakhir yang kemarin malam ndin baca. YUpz! bab 16 : Sepenggal Kisah Cinta dari Cairo….

Lucu! ceritanya, kreatif dan beda dari cerita lainnya…Ndin terhanyut dalam pusaran cerita itu…

Jam dinding menunjukkan pukul 23.55

Terdengar suara ngos-ngosan di luar. Tampak ada orang yang sedang berlari-lari ketakutan…Entah, ada apa? Ketakutan mulai menyusup dlam perasaan…

Memang kamar kosku terletak di ujung rumah, menghadap langsung ke arah jalan kecil yang sering jadi lalu lalang orang bahkan kendaraan mobil pun turut meramaikan jalan berbatuan ini. Wajar kalau suara orang berlarian, suara orang berbicara, bahkan suara orang yang sedang berjalan dapat kudengar jelas. Apalagi saat itu situasi malam yang sepi turut menunjang kejelasan kupingku dalam mendengar suara-suara di luar sana…

Suara gemuruh semakin dekat. ada apa?
yang kupikirkan saat itu adalah siap-siap untuk mengambil jaket dan jilbab untuk lari keluar. Karena pikiranku saat itu mungkin terjadi sesuatu yang di luar kuasa manusia,,, entah siapa tahu?![mengingat kejadian baru-baru ini adalah gempa di tanah jawa]
ALLAHU AKBAR!

Kumatikan lampu kamarku, tapi radio masih tetap menyala…
Alasan aku mematikan lampu adalah agar aku bisa mengintip di jendela untuk memastikan apa yang sedang terjadi di luar sana..Yah..jika lampu tetap terang benderang, orang lain di luar sana akan dengan mudah mendapatkan aku sedang mengintip mereka. Dan itu adalah berita buruk bagiku nantinya…

Kubuka sedikit gorden, dan kuintip keluar…
Motor-motor polisi menuju ke depan rumah…gemuruh dan berisik sekali. Dalam hatiku yang paling dalam sebagian bersyukur karena tidak ada kejadian yang di luar kuasa manusia, tapi sebagian lagi masih bertanya-tanya ada apa?
Kuhitung ada berapa motor…
satu…dua tiga..kira-kira ada empat motor…polisi-polisi itu mengejar seseorang yang masuk ke halaman rumah kosku. Mereka mendapatkan seseorang itu di balik mobil pemilik kosan ini.
Kata-kata kasar keluar dari mulut para polisi itu…
Tak sanggup melihat keadaan saat itu…Aku masih tetap mengintip dalam keremangan kamar kosan.

Bogem mentah mampir ke wajah orang itu…Satu kali dari polisi berperawakan besar…Dua kali…
orang itu diseret…tapi kemudian orang itu memberontak dan berhasil lari ke gang sebelah kosanku…
“Hei..tunggu!” para polisi mengejar orang itu…Kata-kata kasar kembali keluar dari mulut mereka…Kadang mereka berbicara dalam bahasa daerah yang tidak kumengerti, tapi nada bicara mereka yang tinggi membuatku yakin itu adalah kata-kata kasar dan penuh amarah .

“Dasar…kau sudah buat kecelakaan itu…bla bla bla” salah satu polisi berkata seperti itu, kemudian ia menggunakan bahasa daerahnya lagi. Polisi itu menyeret orang yang berusaha kabur tadi. Lalu ia jatuhkan orang itu di tanah, Wajah orang itu dalam keadaaan mencium tanah. Dan polisi itu taruh kakinya di balik punggung orang itu.

Polisi lain pergi…Mungkin memanggil mobil patroli…

Lima menit mobil patroli belum datang…Dan lima menit aku melihat kejadian sunyi itu…
Orang itu masih dalam keadaan mencium tanah, Tampaknya ia sudah kehabisan energi lagi…
Ia keluarkan kata-kata Allahu Akbar!, Ya Allah!, sambil tetap meraung-raung kesakitan. Polisi td tetap menginjakkan kakinya di atas punggung orang itu. POlisi itu masih mengeluarkan kata-kata  dengan nada suara yang tinggi, mencoba memarahi si orang itu…

“Aduh Pak,,,ini batuan…” kata orang itu kesakitan. Mungkin wajahnya mengenai batuan di tanah-tanah itu. SEdangkan polisi itu masih menginjakkan kakinya.
“Awas kalo kamu kabur lagi!” Polisi itu kemudian membetulkan posisi si orang itu agar wajahnya tidak terkena batuan lagi. Dan ia kembali menginjakkan kakinya di atas punggung orang itu, supaya orang itu tidak mencoba kabur lagi.

Kemudian mobil patroli datang. Orang itu dibawa masuk. Dan polisi-polisi itu kembali pergi ….Saat itu pukul 00.00 tanggal 19 Agustus 2007. Aku masih mengintipnya…Sampai hilang mereka dalam gelapnya malam. kududuk di atas spring bed,,,Fuih! kunyalakan kembali lampu kamar kosan dan kubuka notepad komputer…mencoba menuliskan apa yang terjadi tadi…

—ya ALLAH, jauhilah hamba dan keluarga hamba dari orang-orang yang dhalim dan jauhilah kami dari perbuatan yang tidak Engkau sukai,,,,amien….—

kejadian malam itu sempat membuatku merinding,
itulah kerja para petugas keamanan di tanah Indonesia ini,,, mereka bertindak tegas bahkan kadang perlakuan kasar mereka terapkan, tapi mereka tetap memiliki perasaan yang baik, terbukti dengan polisi tadi yang membetulkan posisi si orang itu agar wajahnya tidak terkena batuan.

tapi herannya, orang yang melakukan kesalahan tadi, sempat mengucapkan Allahu Akbar! dan Ya ALLAH!….apakah sebelumnya saat ia melakukan tindakan kejahatan, ia tidak mengingatNYA?! JIka ia sebelum-sebelumnya sudah mengingatNYA dan mengingat hukumanNYA yang lebih perih nantinya, tentu kejadian tadi tidak akan ia rasakan, bukan?!

–it’s time to sleep–