terinspirasi dari tulisan blog andin sebelumnya yaitu
aku menangis untuk adikku enam kali
tulisan blog sebelumnya adalah tentang seorang kakak yang bercerita tentang adiknya yang penuh pengorbanan…

berbeda dengan tulisan blog ini, ndin mengangkat tema seorang adik yang bercerita akan keteguhan seorang kakak

ya…dia adalah kakakku….

saat aku masih kecil dan masih belum tahu akan apa-apa
aku terenyuh menatap kakakku yang berusia belia sigap membantu bundaku untuk membuat kue yang akan dihidangkan di arisan. ia begitu tekun….ya…dia adalah kakakku….

saat itu aku masih sangat muda
dan aku menatap bunda menangis di kamar karena suatu hal yang terjadi dalam keluarga besar kami saat itu
aku terenyuh kembali saat kakakku yang masih duduk di TK nol kecil datang membawakan tissue untuk bunda
ia mengelap mata bunda dan diam sambil memeluknya erat. padahal ia masih sangat kecil sekali. dan aku hanya diam tidak mengerti apa yang harus kulakukan. ya…dia adalah kakakku….

saat aku menginjak TK dan kakakku naik kelas SD.
bunda selalu mengantarkan kami berdua untuk pergi sekolah naik sepeda motor.
SD kakakku bersebelahan dengan TK-ku saat itu. saat itu kami tinggal di suatu desa terpencil
Bunda memberhentikan motornya tepat di depan SD kakakku.
“Turun disini aja ya. Ibu mau ke rumah Bu ADM. Sini sun dulu” ucap bunda sambil mencium kedua pipi ku dan kakakku

Dan setelah itu, bunda pergi.
“Dik gimana? Berani ke TK sendiri?” tanya kakakku
Aku menggelengkan kepalaku
Saat itu memang TK dan SD kakakku bersebelahan, tapi di depan TK dan SD kami adalah sebuah taman tapi menyerupai hutan, karena pohonnya yang tinggi-tinggi dan semak belukar yang sudah setinggi manusia dewasa. Yang kupikirkan hanyalah bagaimana kalau tiba-tiba saja ada ular berbisa atau hewan buas lain yang menerkamku.

“Ya udah, mbk anterin yah…”
dan aku kembali terenyuh melihat keberaniannya mengantarkanku sampai di depan TK. Ia menggandengku erat, berusaha melindungiku .padahal akupun tahu, kakakku sebenernya sama takutnya denganku. Dia sangat penakut akan ular. Tapi demi aku, dia tak mau menunjukkan ketakutannya itu.ya…dia adalah kakakku….

Saat aku naik SD kelas 4 dan kakakku SD kelas 6
bunda dan ayahanda kami pindah ke kota. Kami berdua dimasukkan ke sekolah yang sama, sekolah SD yang termasuk sebagai sekolah teladan.
tapi, ayah kami harus tetap bekerja di desa terpencil seperti dulu, sedangkan bunda kadang-kadang bolak balik ke desa-kota untuk menemani ayah atau menemani kami berdua.
Kalau bunda pergi ke desa, kami berdua tinggal sendiri dalam rumah. Bunda sebelumnya telah memasakkan makanan untuk kami, jadi kami hanya tinggal membuat nasi dan memanaskan kembali masakan bunda tersebut.

Saat itu, aku terenyuh menatap kakakku. Ia selalu diberi nasehat oleh bunda untuk selalu menjaga aku selama bunda tidak di rumah.
Kakakku selalu memanaskan masakan bunda dan membuat nasi tiap pagi. ia mengerjakannya tiap hari tanpa mengeluh. Kadang-kadang aku membantunya, tapi ia lebih sering mengerjakannya sendiri.
Aku terenyuh melihat kedewasaannya itu. dan ia pun tetap sabar menjagaku meskipun kenakalanku membuat dia harus menahan emosi.ya…dia adalah kakakku….

Menghadapi kelas baru kadang membuat kita tidak nyaman. Kadang ada beberapa teman yang meremehkan kami berdua hanya karena kami berdua berasal dari desa terpencil. Padahal sebenernya nilai raport kami selalu bagus.

Saat itu, kakakku cerita dengan bunda tentang situasi kelasnya.
“bu…mbk masak dibilangin wali kelas mbk kalo mbk dari desa. Wali kelas mbk waktu tu bilang di depan kelas ke semua murid-muridnya. Anak-anak, jangan lupa belajar, masak kalah dengan orang desa, gitu bu…sambil menengok ke mbk.” kakakku curhat ke bunda dengan nada bicara yang polos.
“Ya uda gapapa. Asalkan mbk harus tetap rajin belajar. Jangan didengerin ya kata bu gurunya”
“Iya bu, mbk gak papa, lha wong nilai mbk juga gak kalah dengan temen-temen mbk yang di kota kok, ya kan bu?!” jawab kakakku bersemangat.
Aku terenyuh mendengarkan percakapan bunda dan kakakku. ya…dia adalah kakakku….semangatnya terus mengobar….

Lama kemudian, kakakku menghadapi ujian nasional untuk masuk ke SMP [SLTP]. Ia begitu tekun belajar, dan memang ketekunannya berbuah hasil yang menyenangkan. Ia diterima di SLTP yang favorit.
saat mendaftar ulang di SLTP favorit tersebut, kakakku berbisik padaku
“Tu kan dik…SLTP nya bagus yah…ini tempatnya anak-anak rajin loh.Nah, dik besok SLTP nya juga disini yah. Mbk tungggu loh. Dik pasti bisa klo belajar tekun”
Aku terenyuh mendengar bisiknya. Semangatku menggelora saat itu.
Ya Mbk…aku akan belajar giat biar masuk SLTP favorit ini seperti mbk….ya…dia adalah kakakku….

Waktu terus berjalan. dan tiba saatnya aku untuk masuk SLTP. Aku senang sekali karena alhamdulillah aku diterima di SLTP favorit seperti kakakku. Semua seperti mimpi belaka…
mengingat sebelumnya beberapa teman-temanku dan teman-teman kakakku meremehkan kami berdua yang berasal dari desa. Tapi ternyata, dengan kerja keras kami dan dengan ridhoNYA, kami berhasil mendapat nilai yang bagus. Bahkan temen-temen kami yang meremehkan kami sebelumnya tidak diterima di SLTP yang favorit. Alhamdulillah…matur nuwun ya ALLAH atas bantuanNYA dan Makasih mbk atas semangatnya

kami berdua satu sekolah SLTP. dan kami berdua sama-sama bertekad untuk menjadi terbaik. Alhamdulillah kami berdua duduk di kelas unggulan…Kami berdua saling mengingatkan dan saling memotivasi untuk berjuang mati-matian, mengingat keadaan orang tua kami yang tidak memungkinkan.
“Setidaknya, kita harus beri mereka senyuman atas usaha kita yang berhasil, dik! Jangan buat kedua orang tua kita terus menerus sedih. Kita tidak boleh menambah kesedihan mereka lagi. Ya dik ya? Belajar yang tekun….” nasehat kakakku saat itu. Kakakku adalah orang yang mengerti keadaan keluarga. Kadang aku diajak ke kamarnya untuk mendengarkan cerita kakakku tentang keadaan orang tuaku saat itu.ya…dia adalah kakakku….

saat aku kelas 1 SMP, dan hari itu adalah hari ulang tahunku. sebelumnya aku tidak mengira akan terjadi apa-apa hari itu.sesampainya di kelas….

“SElamat ulang tahun, dik…” kakakku memelukku erat.aku kaget, kenapa kakakku bisa ada di kelasku.
“Mbk kesini sebagai surprise loh…ayo temen-temen…mari nyanyikan…” suruh kakakku ke teman-temanku. Dan kemudian teman-temanku langsung menyanyikan lagu ulang tahun untukku…aku baru menyadarinya, kakakku benar-benar membuat surprise luar biasa, ia mengumpulkan semua teman-temanku untuk memberi kejutan ini…Aku kembali terenyuh mengenang hal itu…ya..dia adalah kakakku…

SLTP telah terlalui bersama. Kini giliran kakakku bekerja mati-matian untuk masuk ke SMA yang favorit. Dan semuanya berjalan lancar. wajah kedua orang tuaku kembali mengembang tersenyum saat tahu bahwa kakakku masuk ke SMA favorit.

Begitu seterusnya…kakakku selalu mengajakku ke SMA nya. Ia memotivasiku lagi untuk bisa masuk ke SMA itu..dan akupun semakin menggiatkan diri agar bisa satu sekolahan lagi dengan kakakku.Semuanya berjalan seperti itu, bahkan ketika aku menghadapi SPMB [Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru].
ia sudah kuliah di lain kota di universitas yang baik. dan saat liburan, ia pulang ke rumah untuk mengajariku belajar menghadapai SPMB…Ia selalu memotivasiku…sedikit-sedikit, ia berucap “Dik, satu universitas ama mbk yah…Bagus loh dik!” Dan, kadang akupun diajak untuk melihat universitasnya…Sungguh luar biasa…Sejak saat itu, aku mau satu kampus dengan kakakku…!

Lama kemudian, alhamdulillah pula, aku diterima di universitas yang sama dengan kakakku…senangnya….

Sampai saat ini pun, menjelang wisuda kakakku, ia tetap berpesan padaku [pesannya ini ia tuliskan dalam Kata Pengantar dalam TUgas Akhir (TA) Sarjananya]
My sister, andin ndin_ndun. Terima kasih ya dik…terima kasih untuk segala bantuannya dalam mengerjakan data-data TA. Terima kasih juga untuk segala support baik dalam hal TA maupun dalam hal pekerjaan, semangat ya sis…kita pasti bisa meraih cita-cita yang kita inginkan…dan ALLAH SWT pasti mengabulkan cita-cita yang baik dari setiap umatnya, ok??

Terenyuh aku menatap tulisan itu. kakakku dulu yang dari kecil sudah setegar itu, kini makin memantapkan hidupnya untuk berjuang di luar sana….
Selamat kakak…
satu perjuangan sudah kau lampaui,,,,
adikmu ini berharap perjuangan lain dapat kau lalui dengan ridho dari NYA dan berjalan lancar…amien…

saat wisuda kakakku….210707
persaudaraan bukan kata biasa…
ia adalah mustika bagi jiwa kawula…
ketika itu hilang, kau akan hilang dalam sekejap
tapi ketika kau mampu merawatnya, kau akan temui gemerlapnya ketika gelap dunia…

sayangilah saudaramu,
karena saudaramu adalah jiwa keduamu….