You are currently browsing the monthly archive for July 2007.
ya….aku lagi tidur saat itu di tempat tidur di suatu ruangan yang sempit mirip gudang [setidaknya berukuran dua kali tiga meter persegi]
tidur dan tidur…..
Tempat tidur itu kecil
dan di sebelahnya terdapat meja besar yang di atasnya banyak kerdus-kerdus berisi buku-buku pelajaran
Kira-kira ada 4 kerdus di atas meja tersebut
dan di samping meja tersebut banyak sekali kotak-kotak besar [serupa kerdus] dari kayu
”Dik!!!!”
[suara ibu memanggilku]
[suara yang ketakutan,,,,suara yang penuh dengan kecemasan,,,,suara yang terengah-engah sehabis berlarian]
aku ga sadar…
aku hanya ingin menikmati tidurku saat itu
tidur dan tidur!
tapi entah kenapa….
saat itu aku tergerak untuk membuka mataku sedikit saja
…………..
dan ya!
aku merasa penting untuk membuka mataku……..
air sudah hampir menggenangi tempat tidurku
”banjir?”
”ga mungkin!!!masa’ daerah seperti ini bisa banjir?”
aku tetep ga sadar….
”dasar tukang mimpi!!!!”
dan aku merebahkan tubuhku lagi! [dudul banget de gue saat itu!!!bodoh!bodoh!]
mmm….
“gawat!”
aku membuka mataku lagi….
dan keadaan masih sama seperti yang aku lihat tadi
”ga mimpi ni!”
”Dik!!!!!”
[suara ibu makin ketakutan....]
[jujur saat itu aku ingin menangis,,,,,aku gak pernah ngedenger ibu bersuara parau seperti itu seolah-olah segala macam perasaan sedih, takut, kacau menyelimuti dirinya]
[”ibu...kenapa?”]
Ibu dan bapak datang…..bajunya basah….[kena air]
ibu merangkulku…dipeluknya aku dengan erat….
beliau menangis…..
menangis
dan menangis sedih
”ibuku…….”
bapak menundukkan kepala
dan merangkul erat aku dan ibu…
”kenapa, Pak?”
”Kita ga mungkin bisa keluar dari sini….” bapak masih merangkulku dengan sambil mencoba berucap sedikit demi sedikit
”Semuanya di luar sudah hanyut!”
”Kita bisa diam saja di sini,,,,,pasrah” kata Bapak
”Bagaimanapun situasi kita saat ini, alhamdulilah mbak ririn [itu nama kakakku] ga berada di sini, alhamdulilah mabak ririn masih di Bandung…..” ibu gemetar
”Kita hanya bertiga……kita pasrahkan semuanya ke Allah ya, dik” rangkulan ibu makin kuat….tapi aku sadar, yang jelas saat itu ibu menangis terisak-isak dan bapak pun [baru kali ini] menunjukkan tangisannya saat itu
i had just realized!
air makin lama makin tinggi dan makin menggenangi ruangan itu.
aku lagi ga bermimpi! ini saatnya tsunami datang…
dan aku, ibu, dan bapak sudah ga bisa berbuat apa-apa
”Tsunami, bu?”tanyaku memastikan
Ibu dan bapak mengangguk.
air makin tinggi, bahkan tempat tidurku sudah tertutup oleh air.
kertas-kertas hanyut
semuanya hanyut
meja tulis pun hampir tidak nampak
”ayo! kita ga mungkin pasrah begitu saja!” bapak mencoba menghibur
“Kita bisa naik meja dan diam di atas kerdus-kerdus itu! Setidaknya kita berusaha!”
aku tahu itu impossible…..
tapi ’setidaknya kita berusaha!’
kita bertiga menyusun semua barang-barang sehingga kita bertiga bisa berada di atas barang-barang tersebut
aku naik terlebih dahulu
kemudian ibu
dan terakhir bapak
aku tahu air makin tinggi….
dan kita hanya bertumpu pada kotak-kotak besar dari kayu [ setidaknya ada 4 kotak] dan 4 kerdus dari karton biasa yang berisi buku-buku.
kami bertiga saling memegang tangan masing-masing
”Coba telpon mbak ririn…..” suruh bapak kepadaku [saat itu aku memang lagi pegang handphone]
aku menekan tombol handphone, menghubungi mbak ririn…..
tapi gak bisa…..
[Maaf nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar area, silahkan menghubungi nanti]
”Sudahlah, ga usah kalo gak bisa, jangan biarkan mbak ririn deg-degan di Bandung sana….biar kita bertiga saja yang menghadapi semua ini….!” ibu berucap…..
”Bu,,,,maafin dik ya…..ini mungkin akhir keluarga kita…..nyuwun duko dik selama ini banyak buat kesalahan sama ibu bapak”
”Sama-sama ya dik, bu!” kata bapak
”Bu, pak,,,,,alhamdulillah ya mbak ririn ga pulang kampung bareng dik kemarin! kalo mbak pulang, mungkin mbk juga bakal ada bareng kita disini, alhamdulillah mbak ririn selamat di Bandung”
Ibu makin menitikkan air mata, bapak hanya menundukkan kepala
”Ibu dan bapak kangen ya sama mbak ririn?” tanyaku
”Mbak ririn di Bandung baek-baek aja ko bu, pak!”aku coba menghibur kedua orangtuaku
[tapi aku ga akan bisa ketemu mbak ririn lagi! meskipun kadang aku bertengkar dengan mbak ririn, aku sadar mulai saat ini aku akan sangat kehilangan dia....aku ga akan ketemu dia lagi!!!]
Air sudah sampai pada kotak kayu besar yang ketiga. Dari ruang itu terdengar suara tangis manusia-manusia di luar sana. Banyak terdengar suara-suara yang melantunkan nada istighfar…..Dan terdengar keras pula suara tsunami yang terus terusan menghantam rumah kami saat itu.
Aku sadar jika air sudah sampai pada kotak kayu besar yang keempat, dan air masih terus menerus naik, maka tamatlah riwayat kami bertiga…..karena tentu saja keempat kerdus tidak akan mamapu melawan air tsunami yang berwarna kecoklatan itu…..dan nantinya kami akan menikmati rasanya tenggelam dalam air……
pemikiranku tadi ternyata menjadi kenyataan…tsunami gak mau kalah, dia ingin melahap semuanya……melahap kami bertiga!!!
“Baca istighfar yang banyak ya, dik!” suruh ibu. Kami bertiga masih berpegangan tangan masing-masing. Kali ini makin erat dan makin erat.
”Mbak ririn……”
”Eyang Uti…..”
”Eyang Iyut….”
”Om Didit….”
”Bude Etin….”
”pakde Kasdi….”
”Mas Arif…..”
”Mbak Ika….”
aku coba mengabsen satu persatu keluargaku dalam hati…..
Keempat kerdus sudah terlahap tsunami. Kini tinggal kepala kami yang masih muncul…Kami bertiga berusaha mengambil napas sebanyak-banyaknya. kami bertiga mencoba bertahan…..
Ibu sudah hampir kelelep……ibu susah untuk bernapas…….
”Bu, dik andin sayang ibu!!!! Bertahanlah, bu!!!”
ibu gak akan mungkin bertahan….
tapi harus bertahan, bu…..
bapak mulai kecapaian untuk bertahan…..kita bertiga mulai kelelep
”Mbak ririn……”
”Eyang Uti…..”
”Eyang Iyut….”
”Om Didit….”
”Bude Etin….”
”pakde Kasdi….”
”Mas Arif…..”
”Mbak Ika….”
”Om Didit….”
”Mas Arif…..”
[istighfar...]
”Mbak ririn……”
”Eyang Uti…..”
”Mbak Ika….”
[istighfar...]
”pakde Kasdi….”
”Eyang Iyut….”
”Mbak ririn……”
[istighfar...]
”Mbak ririn……”
”Mbak ririn……”
”Mbak ririn……”
[istighfar...]
”Mbak ririn……”
”Ibu……”
”Bapak…..”
[istighfar...]
”Bapak…..”
”Ibu……”
”Ibu……”
”Mbak ririn……”
”Ibu……”
[istighfar...]
”Bapak…..”
”Mbak ririn……”
”Eyang Uti…..”
[istighfar...]
Kita sudah benar-benar kelelep……..
wajah ibu……
wajah bapak……
[istighfar...]
…………………………………..
………………………………………
……………………………………………
[ini adalah mimpiku]
[mimpi yang akan selalu kuingat]
[karena aku menatap akhirku sendiri...]
[karena saat itu aku bener-bener dapat melihat jelas wajah ibu dan wajah bapak saat tsunami sudah melahap kami dalam 10 detik]
[ibu kebingungan]
[bapak tersenyum]
[ibu tersenyum kemudian]
[bapak pasrah]
[kedua orang tuaku pasrah]
[tolong,,,,,,aku hanya manusia kecil]
[tolong,,,,,,biarkan mimpiku tadi hanya sebatas mimpi]
[karena aku sudah cukup ketakutan sampai sekarang]
[istighfar...]
terinspirasi dari blog seorang sahabat [Elin] dan pengalaman ndin sendiri dan teman teman sekitar
Andin bicara Cinta….
[memang cukup lima huruf saja...]
niy topik anget pisan….heuheu…e sbelumnya baca basmalah dulu ya…ehm!
knapa ndin angkat topik ini?
awalnya lagi ngobrol sama seorang teman,,,saling curhat2 getow de,,, dan akhirnya nyampe juga pembicaraan kita ke topik ini,,dan semua pembicaraan dengan dia, membuat ndin teringat akan masa lama, masa SMP, masa SMA, bahkan pas uda kuliah..inget pula akan pengalaman2 temen-temen akan dunia ini.
Sebenernya hal Cinta dan hal lain yang berhubungan dengan lima huruf itu bikin kita smakin dewasa….semua itu adalah pendewasaan diri kita menjadi seseorang yang tegar, yang gak mudah rapuh, dan menjadi seseorang yang paling bahagia atas semua impian-impian di awang-awang.
mencintai dan dicintai emang wajar ko, itu adalah hak dari semua jiwa yang hidup. kata Elin, mencintai adalah anugerah,,,sebenernya itu betul banget. mencinta dan dicinta adalah anugerah, setidaknya anugerah karena kita menyadari bahwa kita manusia seutuhnya ,,,hehehe ^__^
memang cukup lima huruf saja….
tapi lima huruf ini yang bikin mood semakin bergejolak…
kadang resah
kadang suntuk
kadang dag dig dug
kadang senyum-senyum sendiri…
kadang merasa terbuai
gak jelas pokoke…[e ada yang ngerasa disindir niy..hayo saha?!]
memang cukup lima huruf saja…
yang bisa ngebuat kepala di kaki
kaki di kepala
[maksudnya apa tu jeng?]
artinya bikin semuanya terasa terbalik….naon atuh?! ^__^
beberapa orang uda pernah berbagi dengan ndun [berbagi cerita maksudnya...]
ada orang yang dengan mudahnya menganggap semua ketertarikan dengan cinta
padahal ketertarikan sebenernya gak hanya didefinisikan dengan cinta loh…hati2 aja!
ada yang hanya tertarik karena kagum dengan fisiknya, atau dengan kepandaiannya, tertarik karena kagum dengan kesantunan lawan jenis
ada juga tertarik karena rasa pelampiasan
maksudnya gini, mungkin seseorang itu pernah dikhianati oleh lawan jenis, tapi untuk menghilangkan rasa kesalnya, ia mencari pelampiasan dengan tertarik dengan orang lain. mungkin orang itu mengakui dalam lisan bahwa ia cinta dengan si orang baru ini, tapi gak dengan hatinya! hatinya hanya terpaut dengan cinta lama….nah hati-hati ini kk!
ada juga tertarik karena rasa kasihan
ada yang tertarik karena kemiripan orang baru dengan mantannya
kasian banget si orang baru ini….! ia hanya dianggap karena punya kemiripan dengan mantannya yg lalu…
ada yang tertarik karena rasa penasaran…
setelah orang itu berhasil mendapatkan lawan jenis yang sebelumnya bikin dia penasaran, orang itu malah males memperpanjang hubungannya…jadi sebenernya ini cinta atau penasaran aja siy? niy kadang2 alasan utama para playboy-playboy…^__^
ada juga yang tertarik karena benar-benar bergetar hatinya saat pertama kali bertemu alias lima huruf itu….
ada pula orang yang mudah terbuai dengan kata2 manis pasangan
nah kasian ama orang tipe ini…ia mudah menelan semua janji2 manis orang lain, akhirnya dia sendiri nantinya yang terpuruk….
ada pula orang yang suka berTTM-an ria….
sebenernya itu pilihan hidup dia siy, hanya saja kadang pesona yang dia tebarkan nantinya bisa bikin orang lain sakit hati. mungkin orang lain menganggap dia serius, padahal dia sendiri menganggap hal itu sebagai iseng-iseng aja….
ada juga yang sudah punya prinsip…
saluut untuk orang-orang jenis ini…dia akan mengembalikan semuanya padaNYA….orang jenis ini pasti pernah mengalami first love [ ya iyalah, pasti boong banget kalo ada orang yang bilang gak pernah jatuh cinta, semua itu uda fitrah manusia jeng!]
tapi apapun hasilnya nanti cukup ia serahkan pada NYA, kunci utama dari tipe ini adalah doa….
Ya ALLAH kalo saja dia memang jodohku, dekatkanlah ia padaku…
tapi jika dia bukan jodohku, hamba mohon hapuskanlah perasaan hamba yang terlalu berlebihan ini dan jauhkanlah dia dari hamba…hapuskanlah angan-angan hamba ini…hapuskanlah memori indah hamba tentang dia…Hamba mohon…karena hamba hanyalah manusia yang tidak luput dari kesalahan…
jangan ketawa baca doa itu jeng! emang manjur kok….coba aja…!
malah setelah nyuwun dengan doa itu, hati malah tenang.
ga ada rasa resah
atau menangis semalam karena cinta yg ditolak…
semuanya rasanya damai aja…adem!
memang masing-masing orang ntu beda….
tapi dari situlah, kita bisa menilai seorang manusia.
beruntunglah bagi mereka yang biasanya menjadi tempat curhat tentang hal ini…
setidaknya mereka bisa mengenal lebih banyak macam-macam orang, dan mereka bisa menjadi lebih dewasa daripada orang-orang lain…saluut untuk para psikolog dan calon2 psikolog [terutama my bez fren Elin!]
oya…lanjutt ke topik!
cinta pasti gak akan jauh dengan patah hati…
sudah wajar klo orang habis ditinggalin atau habis ditolak langsung mukanya dilipet jadi tujuh…[maakk...^__^]
wajar…semuanya wajar…
tapi jangan langsung sedih gitu atuh ^__^
dunia gak akan runtuh ko…
nah saat2 gini, manusia diuji kedewasaannya….
ditolak atau ditinggalin bukan berarti kita mempunyai kekurangan loh…
itu adalah jalan agar nantinya kita mendapatkan yang terbaik…
belum tentu lawan jenis yang kita pertahankan mati-matian itu adalah yang terbaik bagi kita….
oke! emang menurut kita dia adalah perfect banget! tapi mungkin itu untuk sekarang, tapi di lain waktu belum tentu! belum tentu pasangan kita itu nantinya bisa click dengan kita….ya gak ^__^ [ndin dapatkan kata-kata itu dari bunda, "Bu, makasih atas pelajaran berharganya"]
suatu pengalaman niy dari seorang sumber….
sumber : “gue uda empat kali ndin!”
ndun : “empat kali?! itu serius keempat-empatnya?”
sumber : “gak terlalu serius, gini niy ceritanya…
Yang pertama…waktu SMA gue kenal dengan seorang teman di les bahasa Inggris. Awalnya gue benci banget dengan tu orang! Gimana gak?!Dia tu sombong habis…sombong banget lah pokoke! Ih semua temen-temen pada benci dengan dia”
ndun : “hati-hati kk! ntar BTC lagi!”
sumber : “BTC?!”
ndun : “benci tapi cinta…hehehe, bikin istilah sendiri awa”
sumber : “e tapi bener itu! terjadilah BTC itu! awalnya dia yang nelpon2 gitu, keterusan de jadinya…habisnya dia ngasih respon positif jg ke awa, ya mulailah terbuai…”
ndun : “wa…trus?”
sumber : “Suatu sore, pas les bareng, ada temen satu les yang nyeletuk, klo dia uda punya pasangan..grrh sebel!!! Saat sudah mulai terbuai, knp ada berita itu siy ndin?! gue kesel! Sampe skarang masih terasa tu sebelnya….Argh!”
ndun : “^__^ sabaar kk”
sumber : “Yang kedua gue suka ama temen satu angkatan di kampus…dewasa pisan tu orang…good looking dah!”
ndun : “trus jadi?! cie…”
sumber : “gue pendem terus perasaan gue itu, ndin…lalu setelah hampir 1 tahun gue pendem, e ada temen gue yang cerita suatu rahasia. Rahasia itu hanya 2 orang yang tahu dan gue dikasi tahu sama temen gue yang kebetulan tahu rahasia itu. Katanya dia uda married bo’….maaakkk….married gitu loh! bayangpun! Untuk kedua kalinya harapan gue pupus!”
ndun : “wadu kasiannya kamu, tho?!”
sumber : “iya…pingin gantung diri aja!”
ndun : “cup2…ntar ndin beliin es krim,,,heheeh…”
sumber : “ah kao, traktir aku saja lah satu hari,,,makan pagi plus makan siang plus makan malam,,,,enak enak enak…”
ndun : “ok2 bole…”
sumber : “beneran y?”
ndun : “bener….tapi dalam mimpi..hehehe..lanjutkan cerita kao itulah…”
sumber : “wa…kao suka cerita sedih ku ini ternyata…”
ndun : “iya…betapa malangnya kao…hehehe”
sumber : “yang ketiga…temen seangkatan juga…awalnya biasa aja…tapi dia terus ngedeketin gue…”
ndun : “lhaa…ngedeketin? tumben ada yg ngedeketin?! hahaha piss kk! naik satu tingkat niy…”
sumber : “ah gitulah si ndun ini, tak percaya awa keren…”
ndun :”lanjuuut mang!”
sumber : “ya…habis dia ngedeketin gue mulu, ya akhirnya gue jg suka, mana tampangnya tampang kaya, jadi gue jg suka…kan selera gue yang berduit juga…hahaahah”
ndun : “tak betool juga ini lah”
sumber : “yah begitulah, dia mulai deketin2 gue…e ternyata o ternyata, gue ketemu ama dia di mall! dan tebak apa yg gue lihat!”
ndun : “apa?!”
sumber : “dia gandengan bo’ sama lawan jenis lain! bayangpun! setelah itu, dia masih aja tetep ngedeketin gue, ngepuja-pujain gue…padahal dia uda punya pasangan!Sayang sekali! padahal gue cinta mati ama dia!SEbel…kenapa begitu kejamnya dunia!”
ndun : “turut berduka cita kk”
sumber : “yang keempat, gue mulai tobat, jeng!”
ndun : “akhirnya tobat juga niy orang,,wakakak”
sumber : “gue suka ama senior gue…dan gue baca doa yang waktu itu…Ya ALLAH kalo saja dia memang jodohku, dekatkanlah ia padaku…tapi jika dia bukan jodohku, hamba mohon hapuskanlah perasaan hamba yang terlalu berlebihan ini dan jauhkanlah dia dari hamba…hapuskanlah angan-angan hamba ini…hapuskanlah memori indah hamba tentang dia…”
ndun : “trus gimana hasilnya?!”
sumber : “sekarang orang yg gue suka itu jauh dari gue…nasib nasib gak jodoh!Nasib gue apes mulu”
ndun : “setidaknya itu adalah hasil yang terbaik buat kao…^__^ kan masih empat kali gagal, belum lima kali…hehehe”
sumber : “iya betul,,belum sepuluh kali gagal…tenang aja…hahahha,,, jadi lapuk gue ntar…”
ndin saluut dengan si sumber ini. bagaimana tidak?! mungkin si sumber ini tidak menyadarinya, dia malah menyalahkan nasib! Padahal seharusnya ia malah lebih beruntung, ia tidak akan merasakan dikhianati seperti orang lain, karena DIA telah menunjukkan keurangan-kekurangan orang yang sedang ia cintai… bukankah itu lebih bagus?
kalo memang jodoh, pasti dia akan menemukan kamu dan jalannya pasti ada….
tapi klo dia bukan jodoh kita, kita gak akan bisa memaksakan keadaan…
DIA akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita…[ehm dari pengalaman sendiri niy bo'..]
oya satu tips dari seseorang…
“kalo memulai suatu hubungan baca basmalah, biar bisa awet…”
hehehehe…. ^__^
terbukti loh…ehm ehm [ada yg nyadar gak dengan pernyataan tadi?!]
terinspirasi dari tulisan blog andin sebelumnya yaitu
aku menangis untuk adikku enam kali
tulisan blog sebelumnya adalah tentang seorang kakak yang bercerita tentang adiknya yang penuh pengorbanan…
berbeda dengan tulisan blog ini, ndin mengangkat tema seorang adik yang bercerita akan keteguhan seorang kakak
ya…dia adalah kakakku….
saat aku masih kecil dan masih belum tahu akan apa-apa
aku terenyuh menatap kakakku yang berusia belia sigap membantu bundaku untuk membuat kue yang akan dihidangkan di arisan. ia begitu tekun….ya…dia adalah kakakku….
saat itu aku masih sangat muda
dan aku menatap bunda menangis di kamar karena suatu hal yang terjadi dalam keluarga besar kami saat itu
aku terenyuh kembali saat kakakku yang masih duduk di TK nol kecil datang membawakan tissue untuk bunda
ia mengelap mata bunda dan diam sambil memeluknya erat. padahal ia masih sangat kecil sekali. dan aku hanya diam tidak mengerti apa yang harus kulakukan. ya…dia adalah kakakku….
saat aku menginjak TK dan kakakku naik kelas SD.
bunda selalu mengantarkan kami berdua untuk pergi sekolah naik sepeda motor.
SD kakakku bersebelahan dengan TK-ku saat itu. saat itu kami tinggal di suatu desa terpencil
Bunda memberhentikan motornya tepat di depan SD kakakku.
“Turun disini aja ya. Ibu mau ke rumah Bu ADM. Sini sun dulu” ucap bunda sambil mencium kedua pipi ku dan kakakku
Dan setelah itu, bunda pergi.
“Dik gimana? Berani ke TK sendiri?” tanya kakakku
Aku menggelengkan kepalaku
Saat itu memang TK dan SD kakakku bersebelahan, tapi di depan TK dan SD kami adalah sebuah taman tapi menyerupai hutan, karena pohonnya yang tinggi-tinggi dan semak belukar yang sudah setinggi manusia dewasa. Yang kupikirkan hanyalah bagaimana kalau tiba-tiba saja ada ular berbisa atau hewan buas lain yang menerkamku.
“Ya udah, mbk anterin yah…”
dan aku kembali terenyuh melihat keberaniannya mengantarkanku sampai di depan TK. Ia menggandengku erat, berusaha melindungiku .padahal akupun tahu, kakakku sebenernya sama takutnya denganku. Dia sangat penakut akan ular. Tapi demi aku, dia tak mau menunjukkan ketakutannya itu.ya…dia adalah kakakku….
Saat aku naik SD kelas 4 dan kakakku SD kelas 6
bunda dan ayahanda kami pindah ke kota. Kami berdua dimasukkan ke sekolah yang sama, sekolah SD yang termasuk sebagai sekolah teladan.
tapi, ayah kami harus tetap bekerja di desa terpencil seperti dulu, sedangkan bunda kadang-kadang bolak balik ke desa-kota untuk menemani ayah atau menemani kami berdua.
Kalau bunda pergi ke desa, kami berdua tinggal sendiri dalam rumah. Bunda sebelumnya telah memasakkan makanan untuk kami, jadi kami hanya tinggal membuat nasi dan memanaskan kembali masakan bunda tersebut.
Saat itu, aku terenyuh menatap kakakku. Ia selalu diberi nasehat oleh bunda untuk selalu menjaga aku selama bunda tidak di rumah.
Kakakku selalu memanaskan masakan bunda dan membuat nasi tiap pagi. ia mengerjakannya tiap hari tanpa mengeluh. Kadang-kadang aku membantunya, tapi ia lebih sering mengerjakannya sendiri.
Aku terenyuh melihat kedewasaannya itu. dan ia pun tetap sabar menjagaku meskipun kenakalanku membuat dia harus menahan emosi.ya…dia adalah kakakku….
Menghadapi kelas baru kadang membuat kita tidak nyaman. Kadang ada beberapa teman yang meremehkan kami berdua hanya karena kami berdua berasal dari desa terpencil. Padahal sebenernya nilai raport kami selalu bagus.
Saat itu, kakakku cerita dengan bunda tentang situasi kelasnya.
“bu…mbk masak dibilangin wali kelas mbk kalo mbk dari desa. Wali kelas mbk waktu tu bilang di depan kelas ke semua murid-muridnya. Anak-anak, jangan lupa belajar, masak kalah dengan orang desa, gitu bu…sambil menengok ke mbk.” kakakku curhat ke bunda dengan nada bicara yang polos.
“Ya uda gapapa. Asalkan mbk harus tetap rajin belajar. Jangan didengerin ya kata bu gurunya”
“Iya bu, mbk gak papa, lha wong nilai mbk juga gak kalah dengan temen-temen mbk yang di kota kok, ya kan bu?!” jawab kakakku bersemangat.
Aku terenyuh mendengarkan percakapan bunda dan kakakku. ya…dia adalah kakakku….semangatnya terus mengobar….
Lama kemudian, kakakku menghadapi ujian nasional untuk masuk ke SMP [SLTP]. Ia begitu tekun belajar, dan memang ketekunannya berbuah hasil yang menyenangkan. Ia diterima di SLTP yang favorit.
saat mendaftar ulang di SLTP favorit tersebut, kakakku berbisik padaku
“Tu kan dik…SLTP nya bagus yah…ini tempatnya anak-anak rajin loh.Nah, dik besok SLTP nya juga disini yah. Mbk tungggu loh. Dik pasti bisa klo belajar tekun”
Aku terenyuh mendengar bisiknya. Semangatku menggelora saat itu.
Ya Mbk…aku akan belajar giat biar masuk SLTP favorit ini seperti mbk….ya…dia adalah kakakku….
Waktu terus berjalan. dan tiba saatnya aku untuk masuk SLTP. Aku senang sekali karena alhamdulillah aku diterima di SLTP favorit seperti kakakku. Semua seperti mimpi belaka…
mengingat sebelumnya beberapa teman-temanku dan teman-teman kakakku meremehkan kami berdua yang berasal dari desa. Tapi ternyata, dengan kerja keras kami dan dengan ridhoNYA, kami berhasil mendapat nilai yang bagus. Bahkan temen-temen kami yang meremehkan kami sebelumnya tidak diterima di SLTP yang favorit. Alhamdulillah…matur nuwun ya ALLAH atas bantuanNYA dan Makasih mbk atas semangatnya
kami berdua satu sekolah SLTP. dan kami berdua sama-sama bertekad untuk menjadi terbaik. Alhamdulillah kami berdua duduk di kelas unggulan…Kami berdua saling mengingatkan dan saling memotivasi untuk berjuang mati-matian, mengingat keadaan orang tua kami yang tidak memungkinkan.
“Setidaknya, kita harus beri mereka senyuman atas usaha kita yang berhasil, dik! Jangan buat kedua orang tua kita terus menerus sedih. Kita tidak boleh menambah kesedihan mereka lagi. Ya dik ya? Belajar yang tekun….” nasehat kakakku saat itu. Kakakku adalah orang yang mengerti keadaan keluarga. Kadang aku diajak ke kamarnya untuk mendengarkan cerita kakakku tentang keadaan orang tuaku saat itu.ya…dia adalah kakakku….
saat aku kelas 1 SMP, dan hari itu adalah hari ulang tahunku. sebelumnya aku tidak mengira akan terjadi apa-apa hari itu.sesampainya di kelas….
“SElamat ulang tahun, dik…” kakakku memelukku erat.aku kaget, kenapa kakakku bisa ada di kelasku.
“Mbk kesini sebagai surprise loh…ayo temen-temen…mari nyanyikan…” suruh kakakku ke teman-temanku. Dan kemudian teman-temanku langsung menyanyikan lagu ulang tahun untukku…aku baru menyadarinya, kakakku benar-benar membuat surprise luar biasa, ia mengumpulkan semua teman-temanku untuk memberi kejutan ini…Aku kembali terenyuh mengenang hal itu…ya..dia adalah kakakku…
SLTP telah terlalui bersama. Kini giliran kakakku bekerja mati-matian untuk masuk ke SMA yang favorit. Dan semuanya berjalan lancar. wajah kedua orang tuaku kembali mengembang tersenyum saat tahu bahwa kakakku masuk ke SMA favorit.
Begitu seterusnya…kakakku selalu mengajakku ke SMA nya. Ia memotivasiku lagi untuk bisa masuk ke SMA itu..dan akupun semakin menggiatkan diri agar bisa satu sekolahan lagi dengan kakakku.Semuanya berjalan seperti itu, bahkan ketika aku menghadapi SPMB [Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru].
ia sudah kuliah di lain kota di universitas yang baik. dan saat liburan, ia pulang ke rumah untuk mengajariku belajar menghadapai SPMB…Ia selalu memotivasiku…sedikit-sedikit, ia berucap “Dik, satu universitas ama mbk yah…Bagus loh dik!” Dan, kadang akupun diajak untuk melihat universitasnya…Sungguh luar biasa…Sejak saat itu, aku mau satu kampus dengan kakakku…!
Lama kemudian, alhamdulillah pula, aku diterima di universitas yang sama dengan kakakku…senangnya….
Sampai saat ini pun, menjelang wisuda kakakku, ia tetap berpesan padaku [pesannya ini ia tuliskan dalam Kata Pengantar dalam TUgas Akhir (TA) Sarjananya]
My sister, andin ndin_ndun. Terima kasih ya dik…terima kasih untuk segala bantuannya dalam mengerjakan data-data TA. Terima kasih juga untuk segala support baik dalam hal TA maupun dalam hal pekerjaan, semangat ya sis…kita pasti bisa meraih cita-cita yang kita inginkan…dan ALLAH SWT pasti mengabulkan cita-cita yang baik dari setiap umatnya, ok??
Terenyuh aku menatap tulisan itu. kakakku dulu yang dari kecil sudah setegar itu, kini makin memantapkan hidupnya untuk berjuang di luar sana….
Selamat kakak…
satu perjuangan sudah kau lampaui,,,,
adikmu ini berharap perjuangan lain dapat kau lalui dengan ridho dari NYA dan berjalan lancar…amien…
saat wisuda kakakku….210707
persaudaraan bukan kata biasa…
ia adalah mustika bagi jiwa kawula…
ketika itu hilang, kau akan hilang dalam sekejap
tapi ketika kau mampu merawatnya, kau akan temui gemerlapnya ketika gelap dunia…
sayangilah saudaramu,
karena saudaramu adalah jiwa keduamu….
gak penting lagi…
asiik ortu, eyang uti, tante, om,,, semuanya bakal ke bandung…asiik
heheeh…gak penting bgt…^__^
ndin dahulu kala…
SD
1.
wah jangan ditanya de pas SD, ndin judes pisan, galak teuing! pernah nendang temen cowok sampe dy kesakitan..maak…gimana ceritanya, jeng?!
gini niy..waktu ntu kelas kan lagi dibersihin ama anak2 cewek, nah ndin disuruh jadi penjaga pintu kelas, biar gak ada temen cowok yang masuk seenaknya sendiri, soale kelas habis dipel bo! [heran juga niy, knp ndin bisa jd penjaga pintu kelas, apakah karena wajahku dulu yg garang?!cape' de ^__^] trus ada temen cowok ndin yang nakal pisan mau masuk kelas, ya jelas kelasnya masih dibersihin, ndin gak ngebolehin dy masuk, e dy malah gak mau tahu masuk kelas. jelas sebagai penjaga pintu kelas yang baik, andin marah-marah. karena dasar si anak cowok itu nakal, ya uda kutendang de sampe dy kesakitan dan nurut ama ndin…maak..kejamnya ndin…sejak saat itu ndin nyesel de. [kata mama, jangan terlalu judes dan galak ama orang heuheu ^__^]
2.
pernah membantu temen cewek ndin niy…jadi bodyguardnya gituw…hahaha…sangking wajahku yang meyakinkan dan galak juga…
ceritanya gini, waktu tu ndin punya temen cewek, cakep pisan jeng! dia dikejer-kejer ama senior cowok ndin [padahal masih SD loh!cem mana pula!], tapi temen cewek ndin itu gak suka ama cowok itu, ya uda, ndin berinisiatif membantunya…memberikan pengertian pada cowok itu…dan kemudian mengusir cowok itu [hahahaah...ndin merasa seperti pahlawan saat itu, membantu temen ndin sendiri]
“Makasih ya, Ndin…Kau temen yang baik…”kata temen cewek ndin bernama Sherly itu…hehehe senangnya membantu orang lain…[penasaran, waktu tu apa y yg kukatakan pada cowok itu sampe cowok itu berhasil kuusir?]
3.
ndin dulu penurut pisan, nah pas itu mau ulangan di kelas. trus temen sebangku ndin bilang, “Kita joinan yuks….jadi gini…kan nanti aku meriksa ulangan kamu, trus kamu meriksa ulangan aku, nanti aku benerin de ulangan kamu, kamu juga harus benerin ulangan aku…oke?!”
namanya juga anak kecil…”yy..Ya uda de” kata ndin ke temen ndin…akhirnya ketahuan de sama ibu guru…maak…malu banget ndin saat itu, tapi temen ndin malah nyante aja[hbs dy termasuk cewek bandel], wah salah pilih temen niy..habis semua temen sekelas ndin tahu kejadian itu dan semuanya jadi menoleh ke arah ndin dengan wajah yang “ih amit-amit de”, begitu pula dengan kecengan ndin [hahahaha...sd uda punya kecengan?maak...^__^]
aduw…lugu banget, sejak saat itu ndin anti nyontek ataupun joinan…malu banget soale pas waktu itu….
—yupz….nantikan bagian selanjutnya—
suatu sore yang indah…ndin berYM-an ria dengan seorang temen cowok
dia mengakui loh klo dia dulu tu PB alias playboy…tp tenang, itu dulu…sekarang uda nyadar, jeng!
ndin_ndun: emng dulu playboy?
ndin_ndun: wakakak
ndin_ndun:
ndin_ndun: ketawa dolo lah kk
ndin_ndun: o: wakakakakak
si_orang_ganteng: itu kan duluuuuuu
si_orang_ganteng: sekarang dah ga lagi
si_orang_ganteng: hehehehe
si_orang_ganteng: waduh si ndun jeli jg nih
ndin_ndun: hahahah
ndin_ndun: ehm…gimana kesan jd playb?
si_orang_ganteng: kesannya : bahagia mengetahui bahwa saya pria normal
ndin_ndun: hahahaha
ndin_ndun: trus kan lo pernah jd pb…kira2 gimana ya cara ce tahu klo co itu pb atau gak…
ndin_ndun: hehehe
ndin_ndun: kn kao ud pengalaman….
si_orang_ganteng: eh dasar
si_orang_ganteng: itu rahasia
si_orang_ganteng: ada kode etik para playboy tuh
ndin_ndun: bagi2 lah kk
si_orang_ganteng: dilarang dikasih tau
si_orang_ganteng: karena merusak seni para playboy
ndin_ndun: argh…kau kan uda gak masuk dalam tim pb
ndin_ndun: hayuklah….si_orang_ganteng: ga bisa
si_orang_ganteng: kode etik itu ndunsi_orang_ganteng: walaupun dah bukan anggota
ndin_ndun: argh kau gak mau bagi bagi niy ke awa
si_orang_ganteng: tetep harus menghormati anggota lainnya
ndin_ndun: kan buat ndun aja….
ndin_ndun: ya ya ya..demi wanita-wanita lain niysi_orang_ganteng: hehehe
si_orang_ganteng: mencoba merayu nih?
si_orang_ganteng: dasar
si_orang_ganteng: tenang aja ndun
si_orang_ganteng: ga akan ada yang berani mem-playboy-kan kamu *bahasa yang aneh*
ndin_ndun: hehehe…yakin?
si_orang_ganteng: iya..hehesi_orang_ganteng: huahahahahha
ndin_ndun: kasian kan para cewek klo ada makhluk bernama pb
ndin_ndun: perlu dirantai kalo perlu…!!!!
si_orang_ganteng: enak aja
si_orang_ganteng: pb itu seni
si_orang_ganteng: social enginering
si_orang_ganteng: melatih bagaimana cara berinteraksi dengan makluk bernama wanita
ndin_ndun: iya…bagi para cowok….
ndin_ndun: tapi bagi para cewek,,,sakiiitt, kan kasian
ndin_ndun: hayuk…gimana caranya?kasi tahu kk
si_orang_ganteng: loh kok sakit?
si_orang_ganteng: seneng atuh
si_orang_ganteng: dah dipuja2
si_orang_ganteng: di baik2in
si_orang_ganteng: di manja2in
si_orang_ganteng: di goda2 ih
ndin_ndun: iya tp diduain
si_orang_ganteng: di goda2 in
si_orang_ganteng: hahahahaha
si_orang_ganteng: ya udah kasih tau sedikit yah
ndin_ndun: asiik
ndin_ndun: gimn?
si_orang_ganteng: kalo ada cowok bilang gini ke kamu
si_orang_ganteng: a
ndin_ndun: trus?
si_orang_ganteng:
co : eh, papa kamu ahli perbintangan ya?
ce : Nggak. Emang kenapa?
co : Karena aku melihat bintang di matamu
si_orang_ganteng: itu tandanya cowo playboy
ndin_ndun: geuleuh……..hahahaha
ndin_ndun: heran…romantis siy…
ndin_ndun: cuma …
ndin_ndun: btw emng org yg romantis uda pasti pb?
si_orang_ganteng: ga sih
si_orang_ganteng: tapi itu tadi
si_orang_ganteng: aneh aja
si_orang_ganteng: cuma..
si_orang_ganteng: ya itu
si_orang_ganteng: hahahaha
si_orang_ganteng: ga bisa dijelasin lah
si_orang_ganteng: hahaha
ndin_ndun: dasar…
ndin_ndun: tp emng siy wanita bakal klepek2 klo digituin…kasian cecewek
ndin_ndun: e kuposting di blogku bole ya….
ndin_ndun: chatting ini..
ndin_ndun: namanya ku samarin de
si_orang_ganteng: posting apaan?
ndin_ndun: chatting ini…
si_orang_ganteng: hahahaah
ndin_ndun: kyknya menarik klo ditulis di blog
si_orang_ganteng: awas kalo ngejelekin namaku yah
si_orang_ganteng: iya, cewe kan pasti klepek2 kalo digituin
ndin_ndun: gak ko…kusamarin namanya
ndin_ndun: yah yah…
si_orang_ganteng: makanya
si_orang_ganteng: enak kan jadi pb
si_orang_ganteng: mampir sebentar, rasakan kesenangan pribadi, trus cari yang lain
ndin_ndun: dasar…tp jangan keenakan jadi pb….
si_orang_ganteng: tapi itu kan duluuuuuuuuu
ndin_ndun: bayangin kalo cowok gantian digituin ama cewek…
ndin_ndun: pasti perih kan??
ndin_ndun: iya iya….
ndin_ndun:
ndin_ndun: aku tulis di blog yah
si_orang_ganteng: ohohohoho
si_orang_ganteng: kalo aku digituin sama cewe, pasti seneng banget lah
si_orang_ganteng: hahaha
ndin_ndun: loh…?
ndin_ndun: ko seneng?
ndin_ndun: gak enak kan dimaenin
si_orang_ganteng: ga kok becanda
si_orang_ganteng: jangan dibawa serius ndun
si_orang_ganteng: namanya juga jaman duluuuuuuuuuuu
ndin_ndun: iya nyante aja…ndin gak serius ko…heheh
ndin_ndun: lucu aja ngebayangin kao jd PB….
ndin_ndun: heheh
ndin_ndun: bcanda atuh……………..
ndin_ndun: btw…gimana siy tanda2 co uda mulai ngedua?
si_orang_ganteng: tandanya
si_orang_ganteng: paling mudah, ya cek hapenya aja
ndin_ndun: tp biasanya cowok ga mau ngasih hapenya kan?
si_orang_ganteng: ya kalo cowo itu pacarmu, dan dia ga mau ngasih liat hapenya, ya dicurigai lah
si_orang_ganteng: tapi kalo bukan siapa2, ya wajar
ndin_ndun: ya iya lah…
ndin_ndun: hehehendin_ndun: siip..kao emang jagoan …
ndin_ndun: mau memberi resep2 PB kao dulu
ndin_ndun: hehehe
nah tuh para cecewek…mulai jelilah kita dengan makhluk PB ini..heuheu…!!
The rule is:
Each player of this game starts with 6 weird things about themselves. People who get tagged need to write a post of their own 6 weird things as well as state the rule clearly. In the end, you need to choose 6 people to be tagged and list their names. Don’t forget to leave a comment that says you are tagged in their comments and tell them to read your blog.
Hah..ndin dapet ginian niy karena t’ novi..Keanehan ndin apaan yakh?bingung juga awa…
- suka joget joget gak jelas ala joget rock n roll,,,keren khan…hehehe..jadi maluu…
- suka jingkrak jingkrak di tempat tidur…hehehe…
- suka ngejahilin orang…terutama orang yang uda deket ama ndin
- suka nyubitin pipi orang…gemesan niyh..hehehe..apalagi bagi yang mempunyai pipi segede bantal…bisa jadi korban ntu!
- suka ngemil ketimbang makan harian biasa…dooh! pantessan jadi kurus begini jeng!
- suka berekspresi yang gak jelas…ting ting hehehe
Yup, orang-orang yang harus menuliskan keanehan selanjutnya adalah:
mengingat sautu puisi yang diberikan teman pada ndin
indah
dan misterius….
puisi ini dibuat tanggal 12 Desember beberapa tahun lalu
judulnya pun sesuai dengan nama ndin : Andini
Andini
*untuk temanku, Andini
dan aku lihat kau seperti mencari sesuatu
ketika nafasmu memburu
Tapi kau diam
saat kutanya
“mengapa?”
Sungguh mimpi-mimpi indahmu
yang menggelayuti ilusi kalbu
sudah berhasil memukaukanku
Apakah senyummu ini
adalah jawaban atas semua pertanyaan?
dan bau kenanga yang kau tebarkan
cukupkah memaknai sebuah persahabatan?
Dan bayangan yang kusaksikan
memang bukan sebuah kenyataan
butuh waktu panjang untuk bisa menyibak tabir itu
Karena kau
tidak seperti kapas
yang melayang di awang awang
adakah yang bisa mengartikan puisi itu?
indah…cuma ada beberapa kata puitis yang belum sempat ndin artikan…
apa yah maksudnya??? ^__^
ndin mendapatkan cerita sedih ini dari seorang teman
makasih ya….bner2 terharu bacanya
Aku menangis untuk adikku 6 kali
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun
mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya! “
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi,
“Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun.
Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.
Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.
Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…”
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.”
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya.
“Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!”
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.
Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas
bantalku:
“Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.
Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) .
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?”
Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? “
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..”
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.
“Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”
Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat
luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya.
“Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…”
Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Sering kali, suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.
Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya.
Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer?
Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan
saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah:
“Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab,
“Kakakku.”
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
“Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.
Kata-kata begitu susah kuucapkan dari keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.”
Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
Diterjemahkan dari : “I cried for my brother six times”


















Comments,,,